"SOLOPISM", ALBUM KETIGA PAMUNGKAS YANG MEREFLEKSIKAN DIRINYA

"SOLOPISM", ALBUM KETIGA PAMUNGKAS YANG MEREFLEKSIKAN DIRINYA

Solois Pamungkas rilis album terbaru bertajuk Solipsism secara digital. Kata Solipsism sendiri berarti pandangan atau teori bahwa pemikiran diri sendiri adalah segalanya.

"Jadi album ini berbicara tentang ide saya sendiri terhadap banyak hal. Saya ingin mengeluarkan satu set lagu yang dapat berarti bagi siapapun," kata Pamungkas.

Ia melanjutkan, "Karena kita hidup di zaman modern dengan media sosial internet, setiap orang memiliki sudut pandang pribadi masing-masing, Solipsism adalah milikku."

Album ini berisikan 11 lagu, yaitu Queen of the Hearts, Intentions, Be My Friend, Live Forever, Deeper, Be Okay Again Today, Higher Than Ever, Riding the Wave, Still Can't Call Your Name, I Don't Wanna Be Alone dan Closure. Semua lagu ditulis Pamungkas berdasarkan pengalaman pribadi yang biasanya dipilih untuk disimpan sendiri. Ia ingin pengalaman yang dikisahkan lewat lagu bisa diidentifikasi oleh pendengar. Dari 11 lagu tersebut ada tiga lagi yang menjadi fokus Pamungkas. Tiga lagu itu adalah Live Forever, Deeper dan I Don't Wanna Be Alone. Solipsism merupakan album ketiga dalam karier bermusik Pamungkas. Pada 2018 ia merilis album perdana bertajuk Walk The Talk dan album kedua pada 2019 bertajuk Flyin Solo.

Secara lirik, suasana melankolia tidak dapat terhindarkan dari pemilihan kata di album itu. Lirik dari lagu-lagu milik Pamungkas bisa jadi terpengaruh oleh suasana hatinya ketika menggarap lagu-lagu tersebut di masa karantina. Ketika mendengar lirik lagu-lagu di albumnya, sepintas akan  teringat pada cabin fever yang menjadi istilah bagi perasaan gelisah akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah.

Solipism sebagai album ketiga, adalah progres dari album kedua maupun album pertamanya.

Sumber: CNN Indonesia, Detik.com




Copyright © 2018 BahanaFM
Powered by

MEMBER OF