The Overtunes Akan Bayar Utang lewat Album Kedua

 

Grup musik The Overtunes tengah mempersiapkan materi album kedua. Mikha Angelo, vokalis grup ini mengatakan bahwa album tersebut akan berbeda dari sebelumnya.

"Album keduanya beda konsep secara instrumen, ya whole image of the band yang berbeda. Yang pasti ini project berbeda sebagai The Overtunes. Album keluar 2018, lagi rekaman," kata Mikha.

"Yang pasti album kedua konsepnya beda karena karakter kami bertiga lebih bisa dibedakan," tambahnya.

Mada Emmanuelle menuturkan, masih ada beberapa lagu yang masih harus mereka diskusikan bersama Sony Music.

"Lagu yang disiapin udah beberapa. Cuma kan kami harus workshop lagi sama label kami, jadi yang mana diterima, mana yang enggak," ujar Mada.

Ia juga memastikan akan menyediakan banyak lagu untuk membayar penantian para penggemar yang mereka beri nama Tunist.

"Kami harus lihat dulu, tapi yang pasti kami bakal menyediakan banyak lagu karena kami sudah utang dua tahun sama Tunist, jadi ya udah ada 5-6 lagu dikumpulkan tapi belum tentu diterima sama label," sambungnya.

 

(sumber: kompas.com)

6 Kebiasaan di Pagi Hari, Bermanfaat Seumur Hidup

 

Orang-orang yang beraktivitas di pagi hari lebih proaktif dibandingkan mereka yang beraktivitas di malam hari.

Kesimpulan tersebut ditemukan dalam riset yang dilakukan di University of Leipzig tahun 2009.

Kendati demikian, bangun di pagi hari harus benar-benar dimanfaatkan—agar tak sia-sia.

Ini semua terkait dengan bagaimana manusia menempatkan diri dalam pola pikir positif, serta melakukan hal-hal penting, sebelum hal lain.

Untuk memulai hari dengan baik, harus ada pula  beberapa kebiasaan positif.

Berikut adalah enam kebiasaan pagi yang mungkin tampak sulit untuk dilakukan, namun pada akhirnya akan menuai hasil lebih besar. Tentu, sepanjang hal-hal ini konsisten dilakukan.

1. Buat rencana pada malam sebelumnya

Aktivitas ini memang bukan bagian dari kebiasaan pagi hari, tapi ini kebiasan yang pastinya membuat rutinitas pagi lebih produktif.

Jadi, pastikan sudah mempersiapkan diri untuk pagi yang produktif dengan membuat rencana terlebih dahulu.

Sangatlah membantu bila Anda memiliki semua yang dibutuhkan untuk esok hari, dan siap sesaat bangun tidur di pagi hari.

Pastikan pula Anda sudah menyediakan untuk sarapan pagi. Tuliskanlah jadwal tentang apa yang perlu dikerjakan esok hari.

Ini semua terdengar sangat sederhana. Tapi pada praktiknya, ketika tiba di rumah saat malam hari —pasti sangat menggoda untuk sekadar leyeh-leyeh di sofa tanpa memikirkan apa yang akan dilakukan esok hari.

2. Bangun sangat pagi

Dalam sebuah jajak pendapat terhadap 20 eksekutif terungkap, 90 persen responden mengaku bangun sebelum pukul enam pagi pada hari kerja.

Data itu dikutip Laura Vanderkam, seorang ahli manajemen waktu yang juga penulis "What the Most Successful People Do Before Breakfast".

CEO PepsiCo Indra Nooyi, misalnya, bangun pukul empat pagi dan berada di kantor paling lambat pukul tujuh.

CEO Disney Bob Iger bangun pukul 04.30 untuk membaca. CEO Twitter Jack Dorsey sudah terjaga sedari pukul 05.30 untuk pergi jogging.

Bagi yang tak terbiasa, maka kebiasaan baru ini akan terasa sulit. Tapi, jika tidur lebih awal, maka kesulitan bangun di pagi hari akan lenyap.

Intinya, pagi hari yang produktif dimulai dengan bangun pagi lebih awal.

3. Mulai hari dengan berolahraga

Ada sebagian orang yang berhasrat untuk olahraga sebelum matahari terbit.

Tapi, untuk sebagian besar lainnya, bangun di pagi hari untuk berkeringat dan merasakan kelelahan bukan sesuatu ide yang terdengar baik.

Sejatinya, pagi hari memang merupakan waktu ideal untuk berolahraga. Saat memulai hari dengan berolahraga, maka akan mencegah diri sendiri untuk menunda.

Coba untuk berpikir seperti ini, jika beberapa orang tersibuk di dunia dapat menemukan waktu untuk berolahraga, kita juga pasti bisa.

Sebagai contoh, Vanderkam mencatat bahwa CEO Xerox Ursula Burns menjadwalkan sesi olahraga selama satu jam pada pukul enam pagi, dua kali sepekan.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama memulai setiap hari dengan latihan kekuatan dan kardio.

Sementara CEO Twitter Jack Dorsey melakukan tiga pengulangan seven minutes workout.

"Orang-orang ini sangat sibuk," kata Vanderkam.

"Jika mereka meluangkan waktu untuk berolahraga, pasti aktivitas itu sangat penting."

4. Lakukan prioritas

Jam-jam tenang saat pagi hari bisa menjadi waktu yang cocok untuk fokus pada pekerjaan yang menjadi prioritas.

Apa lagi, menghabiskan waktu mengerjakannya di awal hari, dan memastikan hal itu mendapatkan perhatian sebelum hal lain, tentu menjadi pilihan yang bijak.

5. Lakukan di pagi hari

Seorang pengajar sejarah di University of Chicago mengatakan kepada Vanderkam bahwa dia menghabiskan waktu antara pukul 6-9 pagi untuk mengerjakan sebuah buku tentang politik religius Afrika Barat.

Dia bisa membaca artikel di jurnal, dan menulis beberapa halaman sebelum melakukan tanggung jawab mengajarnya.

Dengan meluangkan waktu di pagi hari untuk menulis, dan membuatnya menjadi kebiasaan, dia terus bisa melakukan dengan konsisten.

Dilansir Telegraph, Ludwig Beethoven, John Milton, Kurt Vonnegut, Maya Angelou, dan Victor Hugo—mereka semua mengerjakan proyek kreatif mereka di pagi hari.

6. Waktu senyap

Hidup bisa menjadi ‘gila’. Seringkali sulit mencari momen luang di tengah kesibukan setiap hari.

Maka, jika selalu terburu-buru di pagi hari, sulit membayangkan bisa meluangkan waktu untuk memiliki saat yang senyap.

Melakukan momen mengosongkan pikiran, dan merenung, bukanlah aksi membuang-buang waktu.

Cobalah untuk menyediakan beberapa menit untuk merenung diam di awal hari.

Kita dapat menggunakan saat-saat sunyi untuk berdoa, bermeditasi, membayangkan kesuksesan masa depan—atau merenungkan apa yang harus disyukuri. Apa pun yang sesuai untuk kita.

Waktu singkat itu bisa membuat kita memiliki pola pikir yang hebat dalam menjalani hari.

Selamat mencoba...

 

(sumber: kompas.com)

Vino G Bastian Total Perankan Chrisye

 

Aktor Vino G Bastian mengungkapkan dua hal yang paling menguras tenaganya saat memerankan mendiang musisi Chrisye dalam film biopik berjudul Chrisye.

"Adegan dance sama adegan rekaman terakhir itu. Itu yang secara fisik dan emosi di situ," kata Vino di sela gala premiere film Chrisye.

Ia tak mau terlalu jauh menjelaskan tentang adegan rekaman terakhir itu, namun yang pasti Vino menyebut bagian tersebut adalah yang paling emosional.

Adegan tersebut juga berhubungan dengan lagu religi mendiang Chrisye berjudul "Ketika Tangan dan Kaki Berkata".

"Saya baru tahu ternyata apa yang saya lakuin ketika susahnya rekaman itu sama seperti Chrisye lakuin waktu zaman dulunya itu. Istilahnya kalau saya rangkum, Chrisye udah membuat banyak karya masterpiece. Tapi dia belum pernah membuat karya untuk Tuhannya," ucap Vino.

"Jadi ketika membuat karya itu dengan Taufik Ismail, dia seakan hijrah. Makanya ketika selesai lagu itu, kegundahan dan kegelisahannya seakan menemukan jalan keluarnya. Dia udah berbuat banyak menyenangkan orang lain dengan karyanya. Tapi hablum minallah-nya dengan lagu itu, seakan gitu," sambungnya.

Sedangkan untuk adegan menari, Vino yang mengaku harus menguras tenaga secara fisik karena pada dasarnya ia tak pandai menari.

"Karena saya enggak bisa dance dan saya pikir ketika Chrisye enggak bisa nge-dance juga oh saya aman. Tapi ternyata dance patah-patahnya itu harus ada koreografinya. Waduh, itu parah banget sih, pegel banget hehehe," kata Vino.

Film Chrisye mengisahkan perjalanan hidup Chrisye mulai dari keluarganya hingga meniti karier di industri musik Tanah Air.

Selain Vino G Bastian, film Chrisye juga dibintangi Velove Vexia yang berperan sebagai Damayanti Noor. Ada pula Ray Sahetapy, Andy Arsyl, dan Verdy Solaiman. Film produksi MNC Pictures ini dijadwalkan tayang pada 7 Desember 2017.

 

(sumber: kompas.com)

 

5 Tanda Terlalu Banyak "Posting" di Media Sosial

 

Berbagi atau posting di media sosial kini sudah menjadi gaya hidup banyak orang. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, sampai Vine, rasanya ingin di-update setiap hari.

Sah-sah saja jika Anda ingin terhubung dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Anda juga boleh berbagi momen berharga kepada teman atau follower di media sosial. Tapi, seberapa jauh yang bisa disebut berlebihan alias oversharing di media sosial?

Orang yang posting berlebihan seringkali tidak merasa dirinya melakukannya. Padahal, bisa jadi banyak teman atau pengikutnya di media sosial sebenarnya kesal karena apa yang ia posting tidak berguna, bahkan mengganggu.

Nah, jangan sampai kita termasuk dalam kelompok orang yang hobi berbagi berlebihan di media sosial. Kenali apa saja tanda-tandanya.

1. Merasa dihargai jika mendapat banyak "likes" dan "retweet"

Bagaimana Anda mengukur rasa bahagia, apakah melalui pencapaian prestasi? Kedamaian hati? Jumlah rekening di bank?

Bagi kebanyakan orang di era digital ini, mendapat banyak pujian berupa "likes" atau "retweet" di media sosial adalah sumber kebahagiaan.

Sebaliknya, Anda akan merasa uring-uringan jika apa yang Anda posting tidak mendapat respon sesuai yang diharapkan. Ungkapan ini barangkali ada benarnya, "Saya mendapat likes, maka Saya ada".

2. Orang asing mengenali wajah bayi Anda

Anda mungkin adalah ibu atau ayah yang bangga dengan bayi Anda yang lucu dan imut. Semua hal yang ia lakukan, mulai dari kata pertama, sampai langkah pertamanya, Anda rekam atau foto, lalu share di semua akun media sosial.

Jangan heran jika ada orang yang tidak dikenal di mal menghampiri dan memberi komentar betapa lucunya bayi Anda di dunia nyata, bahkan hapal nama dan kebiasaan bayi Anda.

 

3. Memesan menu yang unik hanya untuk dipajang di Instagram
Ketika orang normal datang ke restoran, ia akan memilih menu yang paling lezat di mulutnya. Tapi, orang yang mendewakan media sosial akan memilih menu yang bentuknya paling unik dan menarik untuk difoto dan dipajang di Instagram.

Hal serupa juga akan dilakukan pada benda-benda lain. Misalnya membeli buku yang sedang populer hanya untuk properti foto.

4. Membuat Insta-story atau Live-tweet setiap saat

Anda merasa aktivitas yang Anda lakukan sangat menarik untuk direkam dan dibagikan pada orang lain. Anda juga akan sangat bangga jika menjadi orang pertama yang membagikan sebuah postingan.

5. Lupa mengunggah #OOTD bikin tak tenang

Ritual pagi Anda bertambah dengan membuat foto #OOTD, baik di depan lemari, berpose di lift, atau di gedung kantor. Anda pun merasa perlu memperbaharui isi lemari karena malu jika baju yang sama dipakai berulang-ulang untuk #OOTD.

 

(sumber: kompas.com)

Setelah Enam Tahun, CJR Umumkan Bubar

 

Setelah enam tahun mewarnai belantika musik Indonesia, boyband CJR yang beranggotakan Aldy, Kiki, dan Iqbaal memutuskan bubar.

Keputusan tersebut mereka umumkan lewat sebuah video berdurasi sembilan menit dalam saluran YouTube resmi CJR Official.

"Mulai sekarang CJR tidak akan berkarya bersama lagi. CJR enggak bubar, tapi CJR juga udah enggak ada," kata Kiki pad akhir video tersebut.

"Mulai sekarang gue, Iqbaal, sama Aldy kami akan berkarya, tapi tidak akan mengatasnamakan CJR, tidak akan membawa nama CJR," tambahnya.

Dari video berjudul CJR Last Diary by Teuku Ryzki itu, diperoleh fakta bahwa keputusan untuk bubar itu sudah sejak pertengahan 2017.

Pasalnya, mereka sudah merekam video perpisahan tersebut pada 23 Juli lalu atau tepat saat ulang tahun CJR yang keenam, sesuai tanggal yang tertulis pada awal video.

"Di sini kami juga mau bilang kalau perjalanan yang hebat harus diakhiri dengan hebat ya," ujar Iqbaal.

"Mulai saat ini CJR akan berjalan sendiri sendiri," sambung Kiki.

Iqbaal lalu menjelaskan alasan mereka bubar adalah karena kesibukan masing-masing.

"Yang mau kami jelasin kepada kalian kondisinya sudah tidak memungkinkan. Seperti aku yang akan melanjutkan studi di sana yang akan membutuhkan waktu yang cukup lama sebenarnya dan enggak mungkin harus nunggu sampai aku balik lagi untuk bikin suatu karya. Aldy yang juga sama project solonya harus kita support," ujar Iqbaal.

"Gue akan tetep berkarya tapi istilahnya gue berkarya sesuka suka gue. Apa yang gue suka akan gue lakuin," timpal Kiki.

Iqbaal, Kiki, dan Aldy juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung karier mereka. Juga untuk para penggemar CJR yang bernama Comate yang selama bertahun-tahun setia mendukung mereka.

"Terima kasih Comate. Gimana pun support kalian selalu ada di hati kami. Karena enggak bisa dipungkiri lah. Mereka ini hebat-hebar banget, Coy. Enam tahun, Man. Mereka bisa stick sama kita sampai selama ini salah satu hal luar biasa menurjt gue sih," kata Kiki.

 

(sumber: kompas.com)

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates