Curahan Hati Hayley 'Paramore'

 

Vokalis Paramore, Hayley Williams nyaris menangis saat menatap ponselnya beberapa waktu lalu. Ia menemukan sepenggal lirik yang sempat ditulisnya, namun tak pernah selesai.

"Sanity, why must you make a fool of me/ You been a friend to me, now I think we're enemies/ When I fall on my knees I hear you laughing/ When I call on your name, you don't come," demikian penggalan lirik itu ditulis ulang Hayley dalam esainya untuk Paper.

Lirik itu seharusnya ia selesaikan bersama personel lain, Taylor York dan menjadi bahan untuk album kelima mereka. Namun itu seperti jalan tak berujung. Kini, itu menyadarkan Hayley betapa dahulu alam bawah sadarnya sudah mengirim sinyal dirinya tak baik-baik saja.

Dalam esai yang ditulisnya sendiri, Hayley mengungkapkan bahwa ia merasa seperti gadis 26 tahun berambut pirang yang hendak menyongsong kehidupan sempurna. Itu tahun 2015. Ia akan menikah. Piala Grammy baru saja ia menangkan. Ia ada di kampung halamannya di Nashville.

"Saya akan menikah September itu, bersantai sejenak, menanam tanaman, punya anak, membuat album Paramore yang lain. Semuanya akhirnya akan menjadi sempurna dan saya akan hidup bahagia selamanya," tulis Hayley. Namun kenyataannya, gadis periang itu terbungkam.

Tarian, nyanyian dan tawanya di sepanjang tepi jalan terempas piano yang mendadak dijatuhkan seseorang dari apartemen tepat di atasnya. Tepat mengenainya.

Hayley seakan melihat gadis itu bangkit, namun tak lagi sesempurna sebelumnya.

"Saya terbangun dari tabrakan itu dengan anggota band yang berkurang satu, perkelahian lain tentang uang dan siapa yang akan menulis lagu apa. Dan saya punya cincin kawin di tangan, meski telah membatalkan pertunangan beberapa bulan sebelumnya," tulis Hayley.

Semua terjadi begitu cepat. Benar-benar seperti piano yang diempaskan dari atas. Hayley sendiri masih ragu untuk menyebutnya 'depresi.' Yang jelas, ia merasa tersiksa.

"Saya tidak makan, saya tidak tidur, saya tidak tertawa ... untuk waktu yang lama," ujarnya.

Ia memaksa diri menulis lagu. Hayley menyadari bagian yang ditulisnya terasa begitu menyedihkan, sampai mendengarnya pun bak menyaksikan seseorang tewas di depan mata.

Namun menulis juga membuatnya tetap hidup. "Memaksa saya untuk jujur. Membuat saya jadi punya empati terhadap Taylor tentang perjuangannya dengan kesehatan mental."

"Itu [menulis] membuat saya menyadari tidak seharusnya saya [tetap] menikahi mantan kekasih saya dan cinta bukanlah sesuatu yang bisa kita ambil dari orang lain," lanjutnya dalam Paper.

Setelah masa-masa kelam pikirannya terlampaui, bersama Paramore yang kini digawangi Taylor dan Zac Farro (Josh Farro dan Jeremy Davis hengkang) Hayley berhasil menyambung nyawa. Tahun lalu, Paramore meluncurkan album After Laughter. Salah satu lagunya: Hard Times.

Hayley pun sudah melewati masa berat setelah perceraiannya dengan musisi Chad Gilbert, yang dinikahinya pada Februari 2016 tapi kemudian berpisah pada Juli 2017. Hidupnya mungkin tak sesempurna yang ia bayangkan, dengan tanaman di kebun dan tawa anak-anak.

Namun bersama Paramore, ia kini sibuk kembali menjalani tur dunia.

Band itu bahkan akan menginjakkan kaki di Indonesia pada 25 Agustus mendatang, setelah Februari lalu penampilan mereka tertunda karena Hayley disebut sakit tenggorokan.

"Inilah yang saya sebut Life with AL-kependekan dari After Laughter. Sedikit bodoh, tapi membuat saya menandai masa ini sebagai titik balik yang signifikan dalam hidup saya."

Hayley menutup esainya, "Saya hidup untuk rasa sakit dan bahagia sekarang. Saya punya tawa saya kembali, seperti kata ibu saya. Beberapa tahun yang lalu, saya berharap saya mati."

(sumber: cnnindonesia)

4 Makanan Ini Bisa Kurangi Hasrat Ingin Merokok

 

31 Mei 2018 diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD). Kampanye ini awalnya diserukan pada tahun 1987. Di tahun 2018 ini, WNTD fokus pada dampak tembakau pada kesehatan jantung penduduk dunia. Ini karena tembakau adalah faktor risiko penting bagi pengembangan penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit vaskular perifer.

Ladies, bagi kamu atau mungkin orang terdekatmu yang sedang berjuang mengurangi keinginan merokok, berikut ada satu informasi yang bisa kamu simak. Ada cara sederhana untuk mengalihkan hasrat ingin merokok ini dengan makanan lho. Ada beberapa jenis makanan yang bisa membantumu jadi tak ingin merokok. Apa saja sih?

Susu
Minuman yang satu ini bisa membuat rokok jadi tak enak. Menurut studi yang dilakukan periset dari Duke University, perokok yang minum segelas susu sebelum merokok merasa rokok yang mereka isap tak lagi nikmat.

Licorice
Licorice merupakan herba yang mengandung antiradang sehingga bisa membantumu berhenti merokok secara alami. Licorice memiliki rasa manis yang samar dan membantumu untuk menghentikan keinginan merokok. Mengunyah sedikit akar licorice bisa memuaskan keinginanmu untuk mengonsumsi nikotin.

Teh
Ladies, satu studi mengungkapkan bahwa perokok yang rutin mengonsumsi teh hijau atau teh hitam lebih kecil kemungkinan mengembangkan kanker paru dibandingkan perokok yang tak mengonsumsi teh. Kandungan teh yang bernama katekin dengan konsenstrasi tinggi, senyawa fitokimia yang dikenal dengan flavanoid bisa membantumu untuk tak nafsu merokok.

Sayuran
Sayuran cruciferous seperti kembang kol, kol, kale, brokoli, bok choy, bisa membuat seseorang jadi minim risiko terkena kanker paru. Sayuran ini adalah sumber alami isothiocyanat, senyawa yang mencegah perkembangan sel kanker.

Nah Ladies, semoga informasi ini bermanfaat untukmu ya. Selamat mencoba.



(sumber: vemale)

Kanye West Akui 'Ye' Terinspirasi dari Bibel

 

 Kanye West menyebut punya alasan tersendiri menggunakan nama 'Ye' untuk album barunya yang rilis pada 31 Mei lalu. Bukan hanya berasal dari namanya sendiri, Kanye menyebut 'Ye' terinspirasi dari Bibel.

"Saya percaya 'ye' adalah kata yang paling umum yang ada di dalam Bibel, dan di Bibel ini bermakna 'kau'," kata West saat berbincang dengan pembawa acara radio Big Boy saat listening party 'Ye' di Wyoming, akhir Mei lalu.

"Jadi saya itu kau, saya itu kita, ini kita. Ini juga datang dari 'Kanye', yang berarti satu-satunya, hanya untuk Ye. Hanya berupa refleksi dari kebaikan kita, keburukan kita, kebingungan kita, segalanya," lanjut Kanye.

"Album ini lebih ke cerminan siapa diri kita," lanjutnya.

Album Ye yang dirilis Kanye melalui listening party di Wyoming itu lantas menjadi buah bibir. Bukan hanya sekadar album barunya dalam dua tahun terakhir, namun juga fakta personal yang ia angkat pada album itu.

Album yang berisi tujuh lagu tersebut berisi pengakuan Kanye terkait penyakit mental yang ia alami, seperti pada lagu 'I Thought About Killing You', atau pada lagu 'Yikes' yang menyebut ia melawan 'bisikan-bisikan' jahat dalam dirinya.

Pun dalam kover album tersebut, Kanye mengakui ia memiliki bipolar.

"Saya merasa diberkati dan sangat istimewa karena berpikir tentang orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan yang bukan Kanye West, mereka tidak dapat melakukan dan membuat [album] dan membuat dirimu merasa semua baik-baik saja," kata Kanye.

Kanye pun membantah dirinya disebut pernah didiagnosis dengan sejumlah masalah mental. "Saya tidak pernah didiagnosis dan saya merasa berusia 39 tahun,"

Melalui percakapan tersebut, terungkap pula bahwa Kanye sempat mengganti nada dalam sejumlah lagu di album tersebut.

Big Boy mengungkapkan bahwa lagu yang ia dengar dari Ye berbeda dari yang ia ketahui ketika mengunjungi Kanye saat sang rapper masih dalam proses penggarapan album.

Kanye pun mengakuinya dan menyebut ada penyesuaian antara mood yang ia rasakan untuk album itu dengan nada lagu dalam album tersebut.

"Saya ingin sesuatu yang cocok dengan energinya," kata Kanye West. "Semesta memberikannya kepada saya,"

(sumber: cnnindonesia)

4 Hal ini Bikin Bibir Kering Selama Puasa Ramadan

 

Ketika berpuasa, tubuh seringkali mengalami dehidrasi dan salah satu tanda yang bisa dilihat adalah munculnya bibir kering. Ada beberapa kebiasaan buruk yang sayangnya justru bisa membuat bibir makin kering. Bukan hanya tidak enak dilihat, bibir kering saat puasa pastinya juga membuatmu tidak nyaman.

Dilansir dari situs boldsky, Jumat (4/5/2018), berikut empat hal yang harus dihindari agar bibir tidak kering selama puasa ramadan.

1. Menggigit bibir

Kebiasaan menggigit bibir bisa mengelupas lapisan kulit terluar bibir, apalagi jika bibir sudah kering. Menggigit bibir yang kering justru akan menimbulkan pedih karena kulit kering yang robek.

2. Menjilat bibir

Hindari menjilat bibir ketika bibir terasa kering. Hal ini mungkin bisa membantu membasahi bibir sementara, namun jangan sering dilakukan. Karena menjilat bibir yang kering bisa membuatmu tergoda untuk menggigitnya.

3. Menyentuh dengan jari

Jangan suka menyentuh bibir kering, karena terkadang menyentuh bibir bisa membuatmu tertarik untuk mengelupas lapisan bibir yang kering. Bukan hanya itu, menyentuh bibir kering dengan jari dapat membuat bakteri berkembang di bibir sehingga menimbulkan infeksi pada bibir dan membuatnya semakin kering.

4. Tidak memakai lip balm

Kebiasaan buruk ini sering diabaikan wanita. Penting membawa dan mengaplikasikan lip balm kapan pun ketika puasa untuk menjaga bibir lembab. Gunakan lip balm dengan kandungan SPF untuk menjaga dan menutrisi kulit bibir.

Jadi, itu sekian kebiasaan buruk yang sebaiknya jangan sering kamu lakukan mulai sekarang selama puasa Ramadan karena bisa membuat bibir kering dan tidak nyaman.

(sumber: vemale)

Gary Lightbody Ungkap Perjuangan Lawan Depresi

 

Pentolan band Snow Patrol, Gary Lightbody, mengungkap perjuangannya dalam melawan depresi. Ia bahkan mengaku sempat minta 'pertolongan' alkohol untuk mengusir rasa sedih berkepanjangannya itu.

Dalam edisi terbaru koran gelandangan The Big Issue, pelantun Chasing Cars itu mengungkap bagaimana ia berjuang melawan rasa sedih. Ia mengatakan sering menangis sendirian di kamar hotel selama berjam-jam setelah tampil di hadapan ribuan penggemarnya.

"Saya punya kepribadian depresif yang tidak ada hubungannya dengan realitas. Saya bisa saja menikmati waktu terbaik saya dan depresi saya tetap mengatakan, 'Kau masih saja seorang pecundang. Jangan lupakan itu. Saya akan membawamu ke lembah lumpur, kotoran dan kegelapan,'" tutur Lightbody kepada The Big Issue, melansir AceShowbiz.

"Saya bisa tampil di hadapan 15 ribu orang dan tiga jam kemudian akan berada di kamar hotel, menangis di lantai. Itu terjadi berkali-kali."

"Saya mulai minum dengan semangat seperti seorang petinju profesional yang berlatih untuk memenangkan hadiah pertarungan. Itu sangat menyenangkan. Sampai pada akhirnya itu tidak [lagi menyenangkan]. Saya duduk sendirian pada pukul 02.00 dini hari, menangis, dan segelas sesuatu."

"Saya tidak punya hubungan asmara dan tidak bercinta sama sekali. Saya mengurung diri. Sekitar 2015-2016, saya minum setiap hari dan di saat yang sama saya juga membenci itu," paparnya.

Lightbody kemudian mencari terapi agar bisa menghadapi depresinya. Ia mengaku lebih memilih untuk belajar dari depresi yang dialaminya daripada berlari menghindarinya.

"Saya belajar bahwa, daripada lari darinya, Anda harus menengok dan melihat kedua matanya dan mengatakan, 'Saya tak lagi takut denganmu.'"

Lightbody dan rekan-rekannya di Snow Patrol telah bekerjasama dengan The Big Issue dalam merilis sebuah lagu eksklusif vinyl dari tembang terbaru band asal Skotlandia itu yang berjudul Soon.

Lagu Soon termasuk dalam album baru Snow Patrol, Wildness. Ini merupakan rekaman pertama sejak album Fallen Empires yang dirilis tujuh tahun silam.

(sumber: cnnindonesia)

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates