'Lima Penjuru Masjid' Perjalanan Sekelompok Pemuda

Menjelang awal Ramadan, beberapa film tanah air muncul untuk menyambut hangatnya bulan puasa. Salah satunya adalah 'Lima Penjuru Masjid'.

Film yang disutradarai oleh Humar Hadi ini bercerita tentang perjalanan hijrah lima pemuda yang hatinya terpaut pada masjid. Mereka adalah gambaran tentang manusia yang lalai di waktu-waktu terbaik yang sudah Allah tetapkan melalui salat 5 waktu.

 

"Kita mau ajak anak anak muda, yuk ada nggak sih tempat terbaik selain masjid. ada nggak? kalau ada kasih tau saya. nggak ada kan. masjid adalah tempat terbaik, tempat kita muslim," ujar Humar saat ditemui di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Latar yang dipakai dalam film pun cukup mempunyai emosi keislaman yang luar biasa, yaitu Aceh. Selain itu ada juga di Bogor, Depok dan Jakarta.

 

Lima Penjuru Masjid (5PM) sendiri dibintangi oleh Aditya Surya Pratama, Zikri Daulay, Alfie Alfandy, Faisal Azhar Harahap, Zaky A Riva'i, Ahmad Syarif, M.Taufik Akbar, Arafah Rianti, Syakir Daulay, Rangga Azof dan Ressa Rere.

 

Jika tak ada aral melintang, film yang diproduksi oleh Bedasinema Pictures itu akan rilis pada 17 Mei 2018 mendatang. 

 

(sumber: detik.com)

7 Tips Liburan tanpa Perlu Ambil Cuti!

Seringkali kita lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Sama halnya dalam liburan. Liburan dalam waktu yang panjang tidak menjamin tingkat kepuasan seseorang.

Kamu bisa, kok memanfaatkan long weekend yang hanya tiga hari menjadi liburan yang lebih berkesan, dengan menerapkan 7 tips di bawah ini!

 

1. Bijaksana menetapkan destinasi liburan

Hindari tempat-tempat liburan yang mainstream yang pasti dituju banyak orang saat long weekend. Misalnya seperti ke taman hiburan, waterpark, pantai terkenal, dan sebagainya. Apalagi kalau lokasinya berada di jalur lalu lintas macet, misalkan Puncak, Jawa Barat, atau Batu, Jawa Timur.

Bisa-bisa kamu sudah capek duluan di jalan karena terjebak macet. Belum lagi suasana tempat wisata yang ramai setelah sampai. Waktumu yang singkat hanya akan habis di jalan, badan pun jadi tak bugar.

Beach camp di pantai yang masih "virgin" atau kemping ceria di kaki gunung bisa jadi alternatifnya. Meski suasananya bakal lebih ramai dibanding hari biasa, tapi masih lebih tenang dari pada ke Dufan, kan?

 

2. Moda transportasi

Sesuaikan moda transportasi dengan tujuan destinasi dan waktu liburan yang kamu punya. Misalnya ingin liburan ke Yogyakarta. Hindari menghabiskan waktu dan tenaga dengan berkendara sendiri dari Jakarta. Lebih baik merogoh sedikit kocek untuk naik pesawat, tapi bisa punya waktu lebih banyak untuk menjelajahi kota tujuan.

 

3. Pantau kondisi cuaca

Cuaca yang tidak menentu belakangan ini bikin agak was-was kalau ingin berwisata di tempat outdoor. Pagi hari bisa saja cerah, tapi siang tiba-tiba hujan deras. Kalau sudah begini, kita perlu langkah antisipasi.

Misalnya dengan membawa payung atau jas hujan, bisa juga mengantisipasi tujuan wisatanya. Kalau ingin menghindari hujan, lebih baik beraktivitas di bawah pukul 2 siang atau 3 sore.

 

4. Batasi jumlah destinasi

Saat liburan ke tempat baru, kita cenderung pengin eksplore tempat sebanyak-banyaknya, meski dalam waktu singkat. Padahal gaya liburan seperti ini malah capek sendiri, lho! Benar sih bisa mencicipi beberapa tempat sekaligus, tapi yang namanya "mencicip" jelas beda rasa puasnya sama "makan". 

Jangan sampai sensasi berlibur malah terlupakan karena kita terlalu fokus berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil dikejar waktu. Sayang banget!

 

5. Jangan bawa terlalu banyak rombongan

Liburan rame-rame memang bisa menghemat budget, tapi perlu diingat juga semakin banyak orang yang ikut, potensi dramanya pun meningkat. Mulai dari waktu yang molor karena tunggu-tungguan satu sama lain sampai dilema pembagian kamar saat menginap. Urusan pilih tempat makan saja bisa jadi panjang kalau tiap orang punya selera berbeda-beda.

 

6. Pilih lokasi penginapan yang strategis

Jika berencana menginap baik di hotel, villa, atau resort, riset dulu lokasi dan kondisi sekitarnya. Seberapa jauh tempat tersebut dengan destinasi utama kalian, apakah ada destinasi lain di dekat sana, hingga akses kendaraan.

Jangan sampai tergiur penginapan murah tapi letaknya in the middle of nowhere. Mau ke mana-mana jauh, minim penjual makanan, atau justru jaraknya ke destinasi setengah perjalanan menuju rumah. Sayang, kan bensin dan tenaganya.

 

7. Ikut open trip

Cara terakhir yang dianggap paling praktis adalah ikut open trip yang sudah menyediakan akomodasi penginapan. Lebih bagus kalau konsumsi juga sudah ditanggung, supaya makin sedikit hal yang perlu kamu pikirkan.

Tapi kamu perlu selektif memilih penyedia jasa dan juga destinasinya. Cari agen yang sudah punya ulasan baik atau termasuk dalam rekomendasi rekanmu.

 

Nah, asyik kan kalau bisa liburan tanpa mengambil jatah cuti. Jadi mau liburan kapan, nih?

 

(Sumber: IDNTimes.com)

Siap-siap! 'Terminator' Bakal Kembali

Terminator bakal kembali, meski empat bulan lebih lambat dari jadwal awal. Film tersebut dirilis pada 22 November 2019.

 

Hal itu diumumkan oleh Paramount Pictures, selaku studio yang menggarap film tersebut. Arnold Schwarzenegger, yang telah memainkan karakter tituler sejak 1984, pun bakal kembali menjadi robot.

Padahal, Arnold baru-baru ini dalam kondisi tidak sehat. Ia harus menjalani operasi jantung. Penundaan itu disebut bukan karena operasi jantung sang aktor, melainkan ada beberapa hal yang memang sudah dipertimbangkan.

 

Linda Hamilton, yang semula membintangi sosok Sarah Connor, juga akan kembali dalam reboot tersebut. Sementara, James Cameron juga bakal kembali sebagai produser

Plot reboot ini tersembunyi tetapi akan dilaporkan berpusat pada pertempuran antara manusia dan mesin. Cameron juga mengatakan bahwa film itu akan menjadi sekuel langsung ke 'Terminator 2: Judgment Day'. 

 

"Ini adalah kelanjutan dari cerita dari Terminator 1 dan Terminator 2," kata Cameron kepada The Hollywood Reporter.

 

(Sumber: Detik.com)

5 Musisi Dunia dengan Karya yang Kontroversial

Tak hanya sekadar hasil dari proses kreatif, sebuah lagu juga menjadi ruang kebebasan berekspresi bagi si pencipta lagunya. Beragam pesan, gagasan, serta ekspresi dari sang penulis lagu, mampu dibungkus rapi dalam kata-kata yang diiringi nada.

Namun, tak jarang gagasan atau ekspresi dari seorang musisi, ternyata cukup bersebrangan atau terkesan 'melawan' kepercayaan populer yang ada di masyarakat. Hal itulah yang menyebabkan sebuah karya musik terkadang diikuti dengan embel-embel 'kontroversial'.

Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah karya musisi yang sempat mengundang kontroversi hingga saat ini. Namun, dari sekian banyak yang ada, kumparan (kumparan.com) merangkum lima di antaranya berikut ini.

 

1. 'F**k Tha Police ' - N.W.A

Lagu yang dirilis dalam album 'Straight Outta Compton' pada tahun 1988 tersebut, kerap dianggap sebagai materi yang dapat menyulut aksi perlawanan terhadap aparat keamanan di Amerika Serikat. 

Tak mengherankan apabila karya dari Dr. Dre cs. itu sempat mengalami pencekalan di beberapa tempat. Lagu tersebut juga sempat menjadi pemicu kericuhan yang terjadi pada konser N.W.A di kota Detroit, AS, setelah mereka tetap nekat membawakan track berdurasi 5 menit 43 tersebut, meski sudah sempat dilarang.

 

2. 'Adam's Song' - Blink-182

Meski diakui para personel Blink-182 sebagai lagu yang memiliki pesan anti bunuh diri, 'Adam's Song' menjadi sebuah ironi besar saat lagu tersebut diketahui menjadi lagu 'pengantar' seorang anak SMA di Amerika Serikat saat melakukan aksi bunuh diri.

Kepada The New York Times, mantan frontman, Tom DeLonge, pernah mengatakan bahwa kejadian tersebut sempat membuat mereka benar-benar terkejut.

"Ketika kami menulis lagu ini, kami tahu secara spesifik bahwa kami tidak ingin anak-anak untuk berpikir bahwa ini merupakan sesuatu yang menurut kami keren atau hebat. Kami tidak mendukung itu sama sekali," pungkas DeLonge.

 

3. 'Blurred Lines' - Robin Thicke

Tidak hanya terkena dugaan plagiarisme, karya kolaborasi dari Robin Thicke dan Pharrell Williams tersebut juga dianggap menuai kontroversi yang cukup hebat, karena dianggap menunjukkan secara gamblang simbol-simbol misoginis.

Hal itu membuat lagu tersebut dilarang untuk diputar di berbagai universitas di Inggris. Tahun 2013 silam, The Guardian bahkan menyebut lagu yang menunjukkan wanita tanpa busana dalam salah satu versi video klipnya sebagai 'lagu paling kontroversial dalam dekade ini'.

 

4. 'Rape Me' - Nirvana

Lagu yang dirilis Kurt Cobain cs. pada album studio ketiganya, In Utero (1993), sempat menjadi sasaran kesalahpahaman bagi beberepa pihak. Judul lagu tersebut kerap diinterpretasikan ke dalam makna lain.

Padahal, dalam sebuah wawancara dengan majalah SPIN pada 1993 silam, Cobain mengatakan bahwa lagu tersebut bukan merupakan sebuah ajakan yang tidak senonoh. Melainkan sebuah pesan dukungan terhadap gerakan anti-pemerkosaan yang saat itu ingin Nirvana sampaikan.

"Seperti dia mengatakan, 'perkosa saya, silakan, pukul saya. Kamu tidak akan pernah membunuh saya. Saya akan bertahan hidup dan akan membalas perbuatanmu suatu hari nanti tanpa kamu ketahui,” ucapnya.

 

5. 'Killing An Arab' - The Cure

Mungkin cukup mudah untuk menemukan letak kontroversi dari agu berdurasi 2 menit 21 detik ini. Dirilis sebagai single pertama dari band rock asal Inggris, The Cure, 'Killing An Arab' sempat menuai kontroversi karena dianggap mempromosikan rasisme dan kekerasan terhadap orang Arab.

Meski demikian, lagu tersebut kabarnya merupakan sebuah penggambaran kesan dari sang pencipta lagu, terhadap salah satu novel karya Albert Camus yang berjudul L'Étranger (The Stranger).

The Cure bahkan sempat menempelkan stiker pada album kompilasi singlenya yang bertajuk 'Standing On a Beach', untuk mencegah kemungkinan penggunaan lagu tersebut sebagai sebuah alat kampanye rasisme. Mereka juga sempat menarik peredaran lagu tersebut dari seluruh stasiun radio.

 

(sumber: Okezone.com)

Cerita di Balik Single 'Remaja' Milik HIVI!

Grup musik HIVI! merilis single terbaru dari album kedua mereka beberapa waktu lalu. Single tersebut berjudul 'Remaja'. 

Para personel HIVI!, yakni Neida Aleida (vokal), Ilham Aditama (vokal), Febrian Nindyo Purbowiseso (vokal, gitar), dan Ezra Mandira (vokal, gitar), pun berkisah mengenai single tersebut ketika bertandang ke redaksi kumparan (kumparan.com) baru-baru ini. 

"Single 'Remaja' menceritakan tentang dua insan yang sedang jatuh cinta. Saat mereka sedang remaja, enggak ada pikiran-pikiran lain selain mengisi waktu dan mengisi cerita-ceritanya dengan kisah-kisah indah cintanya mereka," tutur Neida. 

 

'Remaja' diciptakan oleh para personel HIVI! bersama tim produser. Lagu tersebut digarap bersamaan dengan penggarapan album kedua mereka. 

"Lagunya agak beda karena biasanya Ilham yang jadi frontman dalam bernyanyi. Di lagu ini, gue dan Neida," ucap Febrian. 

HIVI! kemudian menggarap pula video klip single 'Remaja'. Mereka mula-mula bertukar ide dan pendapat mengenai rencana pembuatan video klip tersebut. Kala itu, Ezra melontarkan ide untuk mengangkat masa remaja kedua orang tuanya. 

 

"Itu sebulan sebelum ulang tahun pernikahan nyokap dan bokap. Jadi kita lihat, 'Eh, ini masa remajanya bisa diangkat, nih.' Akhirnya dibawa ke tim, tim juga setuju. Akhirnya kami ngobrol sama orang tua gue, ngomong, terus akhirnya mereka setuju juga," tutu Ezra. 

"Sebetulnya pesannya adalah, kalau kita menginvestasikan masa remaja dengan baik, melakukan hal-hal positif dari masa-masa remaja, ke depannya hasilnya bisa bagus juga. Misalnya, kayak orang tua gue, sampai sekarang masih (bersama) dari dulu pacaran tujuh tahun," lanjutnya. 

 

Kedua orang tua Ezra, Dian dan Dina, pun turut membantu penggarapan video klip single 'Remaja'. Mereka juga menjadi model dalam video klip tersebut. Proses syuting hingga perilisan video klip hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hari. 

Video klip single 'Remaja' pun diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun pernikahan orang tua Ezra. HIVI! mempersembahkannya sebagai kado untuk mereka. 

"Mereka senanglah dan itu jadi kenang-kenangan juga buat mereka. Selama proses pembuatan juga seru karena melibatkan zaman dulunya mereka pas remaja itu kayak gimana, ke mana aja, nongkrong di mana, makan di mana, jadi relate," tandas Ezra. 

 

(Sumber: Kumparan.com)

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates