Tiga Hari Tayang, Film Valentine Ditarik dari XXI

 

Film action Valentine ditarik peredarannya dari jaringan bioskop XXI pada Minggu (26/11/2017). Padahal, film karya sutradara Agus Pestol itu baru tayang 23 November 2017, itu berarti film ini hanya ada di bioskop XXI selama tiga hari.

Hal itu diketahui lewat unggahan rumah produksi Skylar Pictures di hari yang sama pengumuman penarikan film tersebut.

"Skylar Pictures dan @skylarcomics mengucapkan terimakasih buat teman2 semua yang sudah mensupport dan meluangkan waktu untuk menonton film superhero komik asli Indonesia berjudul "VALENTINE"," tulis @skylar.pictures.

"Terimakasih ya.. ini yang terbaik yang bisa kami berikan, mohon maaf untuk teman2 yang mau menonton hari ini dan sudah bikin janji untuk nonton bareng tapi tidak terwujud dikarenakan per hari ini film #VALENTINE RESMI KAMI TARIK DARI PEREDARAN," sambungnya.

Unggahan yang sama juga diungkapkan oleh produser Aswin Mc Siregar pada laman Facebook-nya.

Sedangkan terkait alasan pihak XXI menarik peredaran film superhero tersebut, Aswin tidak bisa menjelaskannya lebih jauh.

"Dikarenakan per hari ini VALENTINE sudah tidak tayang di bioskop Grup 21 di karenakan suatu hal yang tidak bisa saya ceritakan disini. kemungkinan masih ada di cgv atau cinemaxx," tulis Aswin.

Film Valentine mengisahkan tentang Batavia City, kota indah yang tak lagi aman dihuni. Kriminalitas semakin hari semakin merajalela.

Di tengah kota yang kacau ini, Srimaya (Estelle Linden), seorang pelayan kafe yang memiliki mimpi menjadi aktris tidak pernah menyangka kalau impiannya akan mengubah jalan hidupnya.

Pertemuannya dengan seorang sutradara film dan sahabatnya, Bono (Matthew Sattle) dan Wawan, akan membawanya pada petualangan berbahaya penuh aksi sehingga nyawa sebagai taruhannya.

 

(sumber: kompas.com)

5 Tips Memilih Gelato yang Nikmat & Lezat

 

Gelato, merupakan salah satu hidangan dingin yang hampir mirip dengan es krim. Hidangan premium ini kini banyak ditiru dengan pencampuran yang salah, agar lebih murah produksinya.

Gelato dan es krim memang memiliki tampilan yang amat mirip. Sedangkan dari segi bisnis, es krim lebih menguntungkan dibanding gelato, karena dengan bahan yang sama, es krim akan mengasilkan dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dari gelato.

Oleh karenanya, Anda jangan sampai tertipu saat membeli gelato. Harganya yang lebih mahal dari es krim, mengharuskan Anda lebih cermat dalam memilih gelato mana yang baik.

Para artisan ahli gelato di SIAL Interfood, berbagi tips kepada KompasTravel, bagaimana cara menilai gelato? Bagaimanakah ciri gelato yang bagus dan lezat?

Berikut 5 tips yang dirangkum :

1. Lihat Warnanya

Selain kadar lemak yang lebih sedikit dari es krim, gelato juga lebih sedikit mengandung udara. Penyelenggara kompetisi gelato dari Montebianco, Italia, Albert menyebutkan udara dalam gelato hanya 30 persennya dari yang terkandung dalam es krim.

"Udara tersebut masuk dalam partikel es, saat dalam mesin, sehingga mengembang. Namun, es krim mengembang dua-tiga kali lebih besar dari gelato," ujar chef Ragil Imam Wibowo, salah satu chef yang juga peggiat gelato citarasa Indonesia.

Oleh karenanya, gelato akan lebih padat dan warnanya solid. Sedangkan es krim akan lebih bercahaya, karena kadar udara dan airnya lebih banyak dari gelato.

2. Rasa Buah atau Campurannya Sangat Terasa

Gelato yang baik ialah yang sangat terasa campurannya. Semisal gelato rujak, maka harus amat terasa rujaknya, begitupun dengan campuran buah atau makanan lainnya.

Ada oknum yang menyiasati rasa tersebut dengan bubuk rasa, atau hanya ekstraknya saja. Namun, menurut Albert, akan sangat mudah dibedakan saat menikmatinya.

"Gelato yang alami menghasilkan rasa yang alami juga, tidak kimia. Kalau Anda coba gelato dengan rasa mangga campur pisang, maka yang terasa harus mangga dan pisang, bukan rasa aneh campuran keduanya," ujar Albert, penyelenggara kompetisi gelato kepada KompasTravel.

3. Gelato Tidak Mudah Meleleh

Lebih sedikitnya unsur lemak dan air, juga partikel es yang amat kecil ternyata membuat gelato harusnya tak mudah mencair.

"Namun, berbeda saat di mulut. Partikel kecil tadi yang membuat gelato sangat mudah lumer di mulut dibanding es krim," terang Albert.

Ia menjelaskan proses melelehnya es krim secara cepat disebabkan karena ketidakstabilan antara unsur-unsur yang saling bertentangan di dalamnya, seperti lemak dan air, yang mengembang dalam partikel yang besar. Berbeda dengan gelato.

Jadi meskipun gelato itu disimpan di suhu minus 14 derajat celcius, ia akan lebih hangat di mulut, dibandingkan dengan es krim yang disimpan di suhu hanya 0 derajat Celsius.

4. Kelembutannya yang khas

Gelato yang baik akan terlihat dari kelembutannya yang khas. Meski rasa buah dalam gelato harus kuat, tetapi gelato yang baik akan terasa ringan di tenggorokan.

"Karena bahan yang alami bercampur kelembutan gelato, akan terasa halus dan menyegarkan di mulut juga tenggorokan. Jika yang terasa, halus, tapi ada butiran beku di tengah, pertanda salah pembuatan, masih ada butiran esnya," ujar Roberto Geraci, Konsultan Gelato dari Italia.

5. Kenyang, tapi Tidak "Enek" atau Begah

Roberto mengatakan, lemak dalam gelato di Italia tidak boleh lebih dari delapan persen. Berbeda dengan es krim yang lemaknya hingga 25 persen.

"Sehingga gelato kaya akan protein, dan vitamin dari buahnya. Menikmatinya tidak akan enek ataupun begah. Masih bisa nikmat makan yang lainnya setelah itu, walaupun cocoknya untuk hidangan penutup," tuturnya.

 

(sumber: kompas.com)

Awal 2018 Herjunot Ali Keluarkan Single Baru

 

Herjunot Ali akan merilis single pada awal 2018. Lagu yang ia ciptakan tersebut akan ia bawakan sendiri.

“Sekarang lagi sibuk garap musik. Kemungkinan rilis Februari 2018,” ujar Herjunot Ali.

Pria kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1985 ini mengatakan, seharusnya lagu tersebut diluncurkan pada 1 Desember. Namun karena timnya belum siap, peluncuran single baru dimundurkan hingga awal 2018.

“Sekarang lagi nyusun rencana tur dan baru mau buat video lirik. Lagunya sendiri bergenre pop. Liriknya tentang dewasa,” tutur pemeran Zafran dalam film “5 cm” ini mengungkapkan.

Rencananya, sambung Junot, setelah peluncuran single pertama, setiap bulan akan keluar lagu baru. Ia berharap penggemarnya dan penggemar musik Indonesia bisa menerima lagu-lagunya tersebut.

 

(sumber: kompas.com)

Cermati, 7 Kebiasaan yang Jadi Pemicu Jerawat

 

Apakah Anda sudah rutin mencuci wajah, bahkan menggunakan pembersih anti- jerawat, dan memastikan tidur dengan nyenyak setiap hari.

Lantas, kenapa jerawat masih saja muncul?

Ternyata, ada sejumlah kebiasaan lain -beberapa bahkan dilakukan tanpa sadar, yang menyebabkan kulit mudah berjerawat.

Berikut ini adalah tujuh kebiasaan sehari-hari yang merusak kulit, hingga menyebabkan jerawat.

1. Terlalu sering sentuh wajah

Tangan seringkali menyentuh wajah, entah saat rapat di pagi hari, mengobrol dengan rekan kerja saat makan siang, atau saat menonton pertandingan olahraga di kafe.

Meletakkan tangan di wajah merupakan perilaku alami, namun bisa menjadi malapetaka bagi kulit.

David Lortscher, seorang dermatolog dan co-founder, serta CEO Curology, mengatakan, menyentuh wajah dapat memindahkan bakteri ke kulit—yang akhirnya memicu kemunculan jerawat.

Duduk dengan tangan berada di dagu juga menyebabkan penumpukan kelembaban, sehingga bakteri memiliki tempat baik untuk berkembang biak.

Nah, yang harus dilakukan tentu adalah mengurangi intensitas tangan menyentuh wajah.

Tapi, jika tidak bisa, pastikan untuk mencuci tangan secara teratur. Dengan begitu, maka bisa menghilangkan beberapa bakteri yang akan berpindah ke wajah.

2. Tak mandi setelah olahraga

Setelah berusaha menurunkan berat badan dengan treadmill, maka Anda segera pergi dari gym.

Tapi, sebelum beranjak pulang, sempatkanlah untuk pergi ke kamar mandi sekadar membilas atau bahkan mandi, agar jerawat tak muncul.

Joel Schlessinger, seorang dermatolog lainnya, mengatakan, tidak membilas badan setelah olahraga merupakan cara terbaik munculnya jerawat di punggung dan dada.

“Keringat mudah terperangkap di dalam pakaian ketat, menyebabkan jerawat, iritasi dan masalah lainnya."

"Membilas setelah berolahraga sangat ideal karena mengurangi kesempatan bakteri menempel di kulit,” kata Schlessinger.

Segera bersihkan diri dengan sabun mandi anti-bakteri, basuh di area di mana kulit menyentuh peralatan olahraga, dan paling rawan berjerawat.

Tetapi, bila mandi tidak menjadi pilihan, penting setidaknya untuk mengganti pakaian olahraga, dan membersihkan minyak dan keringat, yang menyebabkan muncul bakteri di wajah.

3. Salah pilih pembersih

Bacalah label yang tertera di produk pembersih. Terkadang produk tersebut malah memperparah, daripada membantu mengatasi masalah wajah.

Lortscher menyarankan untuk menggunakan pembersih wajah yang diberikan label “non-comedogenic”.

Sebab, jenis itu dirancang untuk orang dengan wajah berminyak dan berjerawat.

"Beberapa bahan umum penyumbat pori-pori yang perlu diwaspadai meliputi isopropil miristat, natrium lauril sulfat, myristyl miristate, dan laureth-4," kata dia.

4. Stres

Sudah diketahui bahwa stres bisa menyebabkan banyak masalah bagi tubuh, mulai dari rambut rontok hingga berat badan turun.

Kondisi ini pun bisa membuat masalah bagi kulit.

Lortscher mengatakan, pemicu stres seperti beban pekerjaan atau masalah dalam hubungan percintaan tidak menyebabkan jerawat. Namun, situasi tersebut bisa menjadi faktor yang berkontribusi mengundang datangnya jerawat.

“Hal ini karena tubuh cukup kompleks—stres bisa menghasilkan hormon fluktuasi yang menstimulasi kelenjar minyak, dan menyebabkan peradangan hingga kita berjerawat,” kata dia.

5. Telepon genggam

Benar sekali, telepon genggam lebih kotor daripada yang kita dipikirkan.

Schlessinger mengatakan, beberapa bakteri, termasuk staphylococcus aureus (bakteri staph), MRSA (antibiotic-resistant staph bacteria) dan E. coli, ditemukan di HP.

Bakteri itu buruk bagi kesehatan, termasuk kulit. Khususnya, bila Anda menyentuh wajah setelah memegang ponsel.

“Kita sering menyentuh gagang pintu, uang, dan bakteri yang sembunyi di benda-benda tertentu, dan kemudian menyentuh ponsel,” katanya.

“Kemudian saat Anda meletakan ponsel ke pipi, semua bakteri tersebut juga berpindah ke wajah, yang menyebabkan jerawat, peradangan dan iritasi,” sambung dia.

6. Suplemen protein

Lortscher mengatakan, meskipun olahraga tidak membuat perubahan hormonal yang menyebabkan jerawat, suplemen dengan whey protein ternyata bisa memicu jerawat.

“Ini bisa memiliki efek serupa pada tubuh seperti minum terlalu banyak susu, di mana mereka juga memicu pelepasan insulin dari pankreas dan meningkatkan insulin."

Kondisi itu juga bisa memunculkan jerawat. Setidaknya hal itu menjadi kesimpulan dalam sebuah studi di Turki tahun 2017.

Hal itu pula yang mungkin menjadi penyebab para olahragawan angkat besi yang minum suplemen whey protein memiliki jerawat di punggung dan dada mereka.

7. Tak cuci sarung bantal

Barang paling penting untuk ditambahkan ke cucian adalah barang yang menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas daripada apa pun, yakni sarung bantal.

Sarung bantal yang tak dicuci dapat merusak kulit, karena kasur yang kotor memiliki tungau debu, bakteri, jamur, bulu binatang, keringat, minyak, dan cairan tubuh lainnya.

“Ditambah, kulit, dan rambut meninggalkan minyak, produk rambut, sel kulit dan hal-hal lain yang menyebabkan jerawat, peradangan dan iritasi.”

 

(sumber: kompas.com)

Album Terbaru Trio Lestari, Karya Terakhir Tompi

 

 

Memutuskan untuk undur diri dari dunia musik, penyanyi Tompi menyebut album terbaru Trio Lestari mendatang akan menjadi karya terakhirnya.

"Ini tahun terakhir saya nyanyi kali, tahun depan saya udah enggak nyanyi lagi. Ada pemikiran album terakhir Trio Lestari akan jadi album terakhir saya di musik," kata Tompi (23/11/2017).

Untuk diketahui, Tompi bersama Glenn Fredly dan Sandhy Sandoro tengah mempersiapkan album terbaru mereka yang diperkirakan akan diluncurkan tahun depan.

"Album on progres, single dulu. Buat album kedua. Udah jadi semua, tinggal orkestra doang. Kami ada cita-cita pengin garap pake orkestra," ucap pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Tompi juga mengatakan bahwa Glenn dan Sandhy sudah tahu tentang keputasan besar itu.

"(Trio Lestari sudah) Tahu. Makanya mereka mau cari pengganti Tompi di Trio Lestari. Yang bagus banyak, tapi yang cakep jarang ya?," ucapnya seraya tertawa.

Tompi juga berencana akan menggelar konser untuk mengakhiri karier bermusiknya setelah 15 tahun.

"Mungkin saya akan bikin satu konser kecil. Konser goodbye saya bermusik," imbuhnya.

Tompi mulai dikenal semenjak meluncurkan album pertamanya yang berjudul Cherokee pada  2003 lalu.

Sepuluh tahun berselang, Tompi bersama Glenn Fredly dan Sandhy Sandoro membentuk grup musik bernama Trio Lestari.

 

(sumber: kompas.com)

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates