Kolaborasi Penyiar Radio Rayakan Hari Musik Nasional

 

Untuk pertama kalinya empat pasang penyiar pagi dari empat radio berbeda berkolaborasi untuk merayakan Hari Musik Nasional. Mereka adalah Asri Welas dan Nino RAN dari Delta FM, Nycta Gina dan Desta dari Prambors Radio. Kemudian  dari Female Radio diwakilkan oleh Indy Barends dan Rizky Kinos, dan yang terakhir ada Tika dan Udjo 'Project Pop' dari Bahana FM.


403 Forbidden

Mereka mengcover lima buah lagu dari berbagai era, mulai dari era 80an hingga saat ini. Lagu-lagu tersebut dibuat menjadi satu (mashup). Adapun lagu yang terpilih adalah 'Kala Cinta Menggoda' - Chrisye, 'Cantik' - Kahitna, 'Pandangan Pertama' - RAN, 'Goyang Duyu' - Project Pop dan 'Kau Adalah' - Isyana Sarasvati.

"Kayaknya (lima lagu itu) paling pantas dan paling cocok untuk bisa dinyanyikan bareng-bareng gitu kan. Karena enggak semua musik bisa ngasih spiritnya lebih ke happy ya," jelas Udjo Project Pop ditemui saat jumpa pers di Kopi Nalar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/3).

 

Sebagai seorang penyiar pagi, Udjo pun merasa senang dengan konsep bernyanyi seperti ini. Kolaborasi ini diberi nama #4Radio1Suara dan menjadi salah satu cara untuk mengapresiasi musik Indonesia.

"Sehari-hari kita sebagai penyiar itu enggak jauh dan dekat sekali dengan musik Indonesia. Pendengar-pendengar kita juga kita kasih lagu-lagu Indonesia. Jadi, ketika ada yang namanya hari musik nasional kayaknya waktunya kita membagi kebahagiaan itu (dan) mengapresiasi musik Indonesia," ungkapnya.

Proses rekaman pun tidak memakan waktu yang lama. Uniknya tidak semua penyiar pagi yang terlibat adalah seorang penyanyi. Suara yang dihasilkan pun semakin beragam dan semarak. Menurut Udjo akan menjadi sebuah lagu yang terdengar unik. Hal ini dibenarkan oleh rekannya, Tika Panggabean.

"Kalo Indy (Barends) sendiri sebenarnya bisa bernyanyi. Justru Asri (Welas) dan (Nycta) Gina itu memberikan warna tersendiri di kolaborasi ini. Dan Asri itu bisa nyinden, dia tuh orangnya seniman. Kalo Gina tuh dengan suaranya yang tinggi itu memberi nuansa berbeda aja," ungkap Tika.

Lalu apakah mungkin jika ke depannya, kedelapan penyiar ini kembali berkolaborasi bernyanyi bersama?

"Kita coba dulu dengan yang ini deh. Kalo sukses kenapa enggak. Yang pasti kan gini, kita bikinnya operasional buat hari musik nasional jadi bukan untuk diperdagangkan. Tidak diperjualbelikan. Kita cuma mengcover ini adalah sebuah apresiasi terhadap musik Indonesia dan apresiasi pencipta dari musik-musik ini," tutup Tika.

 

(sumber: kumparan.com)

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates